Rabu, 30 November 2016
Minggu, 27 November 2016
SURAT PENGUNDURAN DIRI BENDAHARA
![]() |
PEMERINTAH KABUPATEN PURWAKARTA
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
UPTD PEMBINAAN
TK-SD DAN PLS KECAMATAN BOJONG
SD NEGERI 2 CIKERIS
|
SURAT KEPUTUSAN
Yang bertanda
tangan dibawah ini :
Nama :
Jabatan : Bendahara
Bos
Dengan ini
menyatakan bahwa :
Secara resmi
mengajukan permohonan mengundurkan diri sebagai Bendahara Bos di SDN 2
Cikeris terhitung tanggal: 20 Juli 2016 Pengunduran
diri ini saya ajukan karena adanya Mutasi Guru .
Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk pengalaman selama menjadi Bendahara Bos di SDN 2 Cikeris
Demikian surat
pengunduran diri ini saya buat tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
Bojong, 20 Juli 2016
Hormat saya
Hormat saya
NIP:
Rabu, 23 November 2016
18 Nilai Pendidikan Karakter di Sekolah / Madrasah
|
Nilai
|
Deskripsi
|
|
1.
Religius
|
Sikap dan perilaku
yang patuh dalam melaksanakanajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap
pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan
pemeluk agama lain.
|
|
2.
Jujur
|
Perilaku yang
didasarkan pada upaya menjadikan dirinyasebagai orang yang selalu dapat
dipercaya dalam
perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
|
|
3.
Toleransi
|
Sikap dan tindakan
yang menghargai perbedaan agama,suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan
orang lain yang
berbeda dari dirinya.
|
|
4.
Disiplin
|
Tindakan yang
menunjukkan perilaku tertib dan patuhpada berbagai ketentuan dan peraturan.
|
|
5.
Kerja Keras
|
Perilaku yang
menunjukkan upaya sungguh-sungguhdalam mengatasi berbagai hambatan belajar
dan tugas,
serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
|
|
6.
Kreatif
|
Berpikir dan
melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang
telah dimiliki.
|
|
7.
Mandiri
|
Sikap dan perilaku
yang tidak mudah tergantung padaorang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
|
|
8.Demokratis
|
Cara berfikir,
bersikap, dan bertindak yang menilai samahak dan kewajiban dirinya dan orang
lain.
|
|
9.
Rasa Ingin Tahu
|
Sikap dan tindakan
yang selalu berupaya untukmengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu
yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
|
|
10.
Semangat Kebang-saan
|
Cara berpikir,
bertindak, dan berwawasan yangmenempatkan kepentingan bangsa dan negara di
atas
kepentingan diri dan kelompoknya.
|
|
11.
Cinta Tanah Air
|
Cara berfikir,
bersikap, dan berbuat yang menunjukkankesetiaan, kepedulian, dan penghargaan
yang tinggi
terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya,
ekonomi, dan politik bangsa.
|
|
12.Menghargai
Prestasi
|
Sikap dan tindakan
yang mendorong dirinya untukmenghasilkan sesuatu yang berguna bagi
masyarakat, dan
mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
|
|
13.Bersahabat/Komuniktif
|
Tindakan yang
memperlihatkan rasa senang berbicara,bergaul, dan bekerja sama dengan orang
lain.
|
|
14.
CintaDamai
|
Sikap, perkataan,
dan tindakan yang menyebabkan oranglain merasa senang dan aman atas kehadiran
dirinya.
|
|
15.
GemarMembaca
|
Kebiasaan
menyediakan waktu untuk membaca berbagaibacaan yang memberikan kebajikan bagi
dirinya.
|
|
16.
Peduli Lingkungan
|
Sikap dan tindakan
yang selalu berupaya mencegahkerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya,
dan
mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki
kerusakan alam yang sudah terjadi.
|
|
17.
Peduli Sosial
|
Sikap dan tindakan
yang selalu ingin memberi bantuanpada orang lain dan masyarakat yang
membutuhkan.
|
|
18.
Tanggun-jawab
|
Sikap dan perilaku
seseorang untuk melaksanakan tugasdan kewajibannya, yang seharusnya dia
lakukan,
terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam,
sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
|
RENCANA KERJA SEKOLAH
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemerintah Republik Indonesia telah banyak melakukan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan
mutu
pendidikan
nasional. Upaya
pemerintah
tersebut
tercermin dari kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan dan dilaksanakan seperti diberlakukannya UU
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan
PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Kemudian Menteri Pendidikan Nasional
mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permen. Diknas) yang meliputi 8
Standar Nasional Pendidikan
untuk sekolah dasar dan menengah yaitu Standar isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Pendidik dan
Tenaga Kependidikan, Standar
Prasarana dan Sarana, Standar Pengelolaan, Standar Pendilaian dan Standar Pembiayaan.
Di dalam Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengeloalaan dijelaskan bahwa, setiap sekolah/madrasah harus memiliki RKS (Rencana Kerja Sekolah) dan
RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah). RKS dan RKAS dijadikan dasar
pengelolaan sekolah
/ madrasah yang ditunjukkan dengan
kemandirian, kemitraan,
partisipasi, keterbukaan dan akuntabel. Menurut Permen. Diknas Nomor 19 Tahun
2007 setiap RKS dan RKAS minimal meliputi komponen : Kesiswaan, Kurikulum dan Kegiatan
Pembelajaran, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Sarana dan
Prasarana, Keuangan
dan Pembiayaan. Budaya
dan
Lingkungan Sekolah, Peran Serta Masyarakat (PSM), serta
rencana-rencana kerja lain yang mengarah pada peningkatan dan pengembangan mutu
pendidikan nasional.
Dari sisi ketercakupan RKS dan RKAS harus mencakup tiga tema/pilar pembangunan
pendidikan nasional yaitu Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, Peningkatan mutu pendidikan, dan Peningkatan relevansi pendidikan dengan kebutuhan peserta didik,
kebutuhan keluarga dan kebutuhan di segala bidang.
B.
Tujuan Penyusunan RKS
Program
sekolah, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang disusun dengan
tujuan :
1. Menjamin agar tujuan sekolah / madrasah yang
telah dirumuskan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan
resiko yang kecil
2. Mendukung
koordinasi antar stake holder sekolah
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah, antar sekolah dan Pembina pendidikan, dan antar waktu
4. Menjamin keterkaitan dan konsistensi dan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat
6. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan
dan
berkesinambungan
C. Tujuan Penyusunan RKAS
RKAS disusun dengan tujuan :
1. Memberikan arah yang jelas
program sekolah
2. Merencanakan kegiatan-kegiatan sekolah di masa yang
akan datang
3. Menjamin tercapainya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi pendanaan pada kegiatan- kegiatan sekolah
4. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan.
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah
dan
masyarakat dan hal dukungan financial.
6. Menjamin tercapainya penggunaan sumber dana secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkesinambungan.
BAB II
PENYUSUNAN
RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS) DAN
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH
(RKAS)
Program sekolah baik
jangka pendek,
menengah, maupun jangka
panjang disusun
dengan tujuan untuk :
1. Menjamin agar tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat
dicapai dengan tingkat
kepastian yang
tinggi dan resiko yang
kecil
2. Mendukung
koordinasi antar stake holder sekolah
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan bersinergi baik antar pelaku sekolah,
antar sekolah dengan Pembina pendidikan, dan antar waktu
4.
Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan
dan penganggaran
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat
6. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan,
dan
berkesinambungan
Dari sisi ketercakupan RKS harus mencakup tiga tema / pilar pembangunan pendidikan nasional, yaitu :
1. Pemerataan kesempatan : persamaan kesempatan, akses, keadilan dan kewajaran.
Contoh perencanaan pemerataan kesempatan :
a. Beasiswa untuk siswa miskin
b. Peningkatan angka melanjutkan
c. Pengurangan angka
putus
sekolah
d. Penarikan kembali anak putus sekolah
2. Peningkatan
mutu.
Mutu pendidikan sekolah
meliputi : input,
proses, dan output.
Output
sangat ditentukan oleh proses,
dan proses sangat dipengaruhi oleh tingkat
kesiapan input. Contoh perencanaan mutu :
a. Pengembangan input siswa
b. Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan (guru, kepala sekolah, pustakawan, tenaga administrasi)
c. Pengembangan sarana dan fasilitas sekolah (pengembangan perpustakaan,
laboratorium, media pembelajaran, perkantoran,
rasio siswa dengan guru,
rasio siswa dengan kelas, dan rasio siswa dengan sekolah)
d. Pengembangan bahan ajar
e.
Pengembangan media pembelajaran PAIKEM, pembelajaran yang kondusif f. Pengembangan Komite Sekolah
g.
Peningkatan kualitas
hasil UASBN, keterampilan,
kesenian,
olahraga, karya
ilmiah, keagamaan, kedisiplinan, karakter, dan pekerti siswa
3. Peningkatan relevansi : kesesuaian hasil pendidikan dengan kebutuhan (need), baik
kebutuhan peserta didik, kebutuhan
keluarga, dan kebutuhan
pembangunan yang
meliputi berbagai sector dan sub sector.
Contoh perencanaan relevansi adalah :
Program pendidikan kecakapan hidup
yang meliputi kertakes, pendidikan karakter,
calistung, dan pendidikan teknologi dasar (PTD)
Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan Anggaran
Sekolah (RKAS) harus mencakup dan mendukung pelaksanaan terwujudnya prinsip-prinsip
maupun tujuan dari semua peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permen. Diknas) di
dalam 8 Standar Nasional Pendidikan.
8 Standar Nasional Pendidikan tersebut adalah :
1. Standar Isi (SI) : Permen Diknas
No.22 Tahun 2006
2. Standar Kompetensi Lulusan
(SKL) : Permen Diknas No.23 Tahun 2006
3. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan :
a. Standar Pengawas : Permen Diknas
No.12 Tahun 2007
b. Standar Kepala Sekolah : Permen Diknas No.13 Tahun 2007
c. Standar Kualifikasi Akademik guru : Permen Diknas No.16 Tahun 2007
4. Standar Pengelolaan : Permen Diknas
No.19 Tahun 2007
5. Standar Penilaian : Permen Diknas No. 20 Tahun 2007
6. Standar Sarana dan Prasarana : Permen Diknas No. 24 Tahun 2007
7. Standar Proses
: Permen Diknas
No.41 Tahun 2007
8. Standar Pembiayaan
Penyusunan Rencana Kegiatan Sekolah harus besifat :
1. Partisipatif
2. Transparan
3. Akuntabel
4. Berwawasan ke depan sesuai visi dan misi sekolah
5. Spesifik, terjangkau dan realistis
A. PENYUSUNAN RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS)
Rencana Kerja Sekolah / Madrasah merupakan rencana kerja yang memiliki
janggaka
waktu 4 tahun yang disusun
dan dilaksanakan oleh kepala sekolah, guru, pegawai berserta komite sekolah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional.
Rencana Kerja Sekolah / Madrasah harus seuai, sejalan dan mendukung tercapainya
visi, misi dan tujuan sekolah yang
telah disusun sebelumnya.
VISI
MISI TUJUAN SEKOLAH
RKS
PERMEN. DIKNAS NO. 19 TAHUN 2007
1. Cakupan Program RKS
Di dalam Permen Diknas No.19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan bahwa : Setiap sekolah harus memiliki Rencana Kerja Sekolah yang minimal meliputi :
1. Kesiswaan
2. Kurikulum dan kegiatan pembelajaran
3. Pendidik dan tenaga kependidikan serta pengembangannya
4. Sarana dan prasarana
5. Keuangan dan pembiayaan
6. Budaya dan lingkungan sekolah
7. Peran serta masyarakat
8. Rencana-rencana kerja lain yang mengarah pada peningkatan dan pengembangan mutu
pendidikan
2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RKS
Dalam penyusunan RKS ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan adalah :
1. Rencana kerja menengah (4 tahun) yang menggambarkan tujuan yang ingin dicapai
termasuk peningkatan mutu lulusan
2. Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang dikenal dengan nama Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah (RKAS)
3. RKS dan RKAS disusun bersama antara kepala sekolah, guru-guru, pegawai dan komite sekolah
4. RKS dan RKAS dijadikan dasar pengelolaan sekolah yang ditunjukkan dengan :
kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan dan akuntabel.
3. Langkah-langkah kegiatan penyusunan RKS
Sebelum RKS disusun terlebih dahulu kita harus melakukan berbagai tahapan kegiatan adalah :
1. Kegiatan pemetaan dan kondisi harapan sekolah;
2. Merumuskan kesenjangan dan alternative
pemecahannya;
3. Menentukan skala prioritas;
4. Membuat jadwal kegiatan; dan
5. Membuat RKS
Langkah kegiatan :
Pemetaan kondisi dan
Harapan sekolah
Merumuskan kesenjangan dan alternative
pemecahannya
Membuat
RKS
Membuat jadwal kegiatan
Menentukan skala prioritas
LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN
PENYUSUNAN RENCANA KERJA
SEKOLAH (RKS)
1. PEMETAAN KONDISI
DAN HARAPAN SEKOLAH
Langganan:
Komentar (Atom)



